The Paperplane potret remaja-remaja ibukota dalam album “Kalut”

The Paperplane merilis album pertamanya yang berjudul “Kalut”. Album ini menceritakan tentang kondisi remaja remaja di Jakarta dan juga keresahan para personil tentang perilaku remaja di Jakarta yang berlaku sesukanya, acuh terhadap sekitar nya dan berbagai tindak kenakalan di masa remaja.

Lagu lagu di album ini memberikan banyak mood berbeda di setiap lagu nya. Dengan harmonisasi vocal yang diiringi aransemen musik yang baru membuat lagu lagu di album ini berbeda. Di album ini The Paperplane memadukan beberapa warna seperti Rock n Roll, Blues, Surf Rock, dan Pop Alternatif.

Cover album ini juga jelas memperlihatkan setiap ornamen yang ada di cover album ini yang mempunyai makna tersendiri yang bisa dipahami setelah mendengarkannya. Album ini memiliki alur cerita yang bersambung dari lagu pertama hingga lagu terakhir.

Untuk proses kreatif seperti pembuatan cover album, desain, dan pembuatan cerita album The Paperplane mempercayakan nya kepada “orang dalam” sendiri Risang dan Azzam, sementara sisi aransemen musik di album dikerjakan secara bersama sama.

Uniknya, lagu-lagu dari album “Kalut” ini tercipta saat mereka tengah latihan rutin dan secara spontan mendapatkan ide-ide untuk menajdikannya lagu-lagu baru. Gitar akustik dan kertas-kertas putih adalah modal awal terhadap banyaknya keresahan terhadap kondisi remaja di lingkungan mereka yang menjadi ide dasar dan inspirasi lagu lagu.

The Paperplane tahun 2018. Seiring berjalannya waktu dan silir bergantinya personil, formasi The Paperplane kini beranggotakan Risang, Azzam, Farhan, Alghifary, dan Ravi. Nama The Paperplane dipilih karna band ini ingin seperti sebuah pesawat kertas yang memerlukan usaha ekstra untuk bisa menjadi sesuatu dan terus memerlukan usaha untuk bisa terbang
setinggi tingginya, pesawat kertas pun tidak selamanya akan berada diatas angin saat pesawat kertas itu jatuh dibutuhkan usaha untuk bisa kembali terbang diatas udara, The paperplane adalah sebuah band yang tidak ada kata cukup dalam belajar, berkarya, dan bermusik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *