Terinspirasi Musik Pop 70 & 80an, Christabel Annora Merilis Single Berjudul ‘Matamu’

“Christabel Annora” adalah pianis dan penyanyi asal kota Malang. Konon, kemahirannya bermain piano dan menyanyi itu dilatih sejak usia lima tahun setelah dikenalkan oleh eyang dan ibunya. Kemudian ia memutuskan ikut les piano selama beberapa tahun, serta melatih kemampuan vokalnya bersama kelompok paduan suara di sekolah dan gereja. Setelah melakukan membantu beberapa musisi seperti The Morning After, Folkapolka, Silampukau, Ajer dan sebagainya, Christabel Annora merilis debut album penuh pertamanya yang berjudul “Talking Days” di tahun 2016.

Karir bermusiknya kemudian tidak terhenti walaupun ia harus melanjutkan pendidikan di Edinburgh, Skotlandia yang ia buktikan dengan perilisan beberapa single, selengkapnya : 2014: If TheseWalls Could Talk (single) 2016: Sunshine Talks (single) 2016: Talking Days (album) 2017: Dari Jauh (single) 2018: Late December (EP) 2019: Menunggu Pagi (single) 2019: Debat Kusir (single) dan yang terbaru tahun ini juga : Matamu

“Matamu” atau “Matamu!”? Satu kata singkat dan padat yang menjadi judul dari single terbaru Christabel Annora tersebut bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, “Matamu” bisa dimaknai sebagai sebuah kekaguman terhadap suatu bagian tubuh, sedangkan di sisi lain kata ini bisa berubah menjadi umpatan yang lekat dengan budaya Jawa.

“Lagunya menceritakan tentang dua sisi kehidupan manusia. Mullti interpretatif, sih. Kalau yang saya rasakan waktu mainin lagu ini, ada dua emosi berseberangan tapi dia ada di satu tempat yang sama. Ya seperti emosi ketika bilang ‘matamu!’ dan ‘matamu…’ tadi,” ungkap Ista, sapaan akrab solois tersebut tentang filosofi lagu ini. Dara yang menggeluti dunia musik sejak kecil ini merilis sebuah track instrumental yang sama sekali tidak mengandung lirik. Ketika ditilik lebih jauh, keinginan tersebut sudah terpendam lama, namun Christabel Annora baru bisa merealisasikannya di tahun 2019. Lagu ini telah dirlis secara resmi di berbagai gerai digital mulai tanggal 28 Juni 2019 dan menjadi rilisan ketiga di tahun ini setelah “Menunggu Pagi” dan “Debat Kusir”. Christabel menceritakan bahwa “Matamu”dibuat secara tidak sengaja ketika ia sedang tes piano di sebuah sesi rekaman di Edinburgh.

Memasukkan emosi ke dalam komposisi instrumen merupakan tantangan tersendiri bagi musisi pemilik album “Talking Days” tersebut. Ia pun banyak mendapat inspirasi dari musik pop era 70 -80an, terutama dari musisi dalam negeri. Single ini juga disertai sebuah artwork visual yang dibuat sendiri oleh sang musisi. Ia membocorkan bahwa gambar seorang wanita tampak belakang yang sedang memandang sebuah pemandangan,adalah salah satu adegan yang akan masuk ke dalam video klip “Matamu”. Tanpa membocorkan rincian lebih panjang tentang visualisasi single tersebut, Christabel Annora berharap para pendengar bisa merasakan dua makna dan ambiguitas kata yang terkandung dalam single “Matamu”.Ia juga berencana merilis album kedua di tahun ini, yang semuanya akan menggunakan lirik bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *