“Tentara Langit” Grindcore Minimalis ala Cobra

Cobra, kuartet grindcore metal asal Bandung telah merilis debut album terbaru bertajuk “Tentara Langit yang berisikan 10 lagu. Sebelumnya band yang berisikan Yudi (Vokal), Deblo (Gitar dan backing vokal), Sanghay (Bass) dan Sandi (Drum) merilis mini album pada 2015.

Cobra terinspirasi dari padanan grindcore dan heavy metal. Metallica, Brutal Truth, Megadeth, Napalm Death, Rajasinga, dll adalah deretan band keras yang menginspirasi Cobra. Namun, dalam “Tentara Langit”, Cobra mencampuradukkan berbagai warna seperti blues sampai trash metal. Dari berbagai reverensi tersebut Cobra selalu melabeli diri sebagai band grindcore yang minimalis.

“Riff dan groove yang mantap akan menjadikan lagu kuat dan menggembirakan. Sesuai dengan nama mereka, Cobra, yang berarti Coblong Gembira,” ujar Deblo selaku gitaris Cobra.

Dengan pendekatan itulah lirik yang dituangkan pada album terbaru ini pun sangat naratif. Tentara Langit menceritakan seorang Ali yang digambarkan sebagai Tentara Langit yang mempunyai pribadi yang baik, lugu, namun membasmi kalangan
yang jahat, munafik dan pengadu domba. Ali adalah tokoh semu yang seyogyanya adalah individu nyata dalam kehidupan musik Cobra.


Aransemen album Cobra ini sendiri terdengar liar dan berani menabrak pakem. 10 lagu yang menawarkan part banging, groovy dan grind sekaligus dan siap menjadi biang penyulut kerusuhan di moshpit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *