Senandung sendu Bernadya

Apa mungkin ….caraku bicara … Apa mungkin caraku tertawa .. Atau mungkin dengkurku …saat tertidur lelap Atau mungkin kamu yang tak lagi cinta …. Penggalan lirik lagu yang rilis 2023 silam ini sepertinya memang mewakili cerita banyak orang ,terutama kaum muda yang jatuh cinta di masa paruh awal remaja-nya : sebuah masa masa yang penuh cerita dan warna. Selama setahun terakhir, lagu ini jadi sering sekali dijadikan backsounddi aplikasi tiktok terutama untuk video video bertema galau dan patah hati plus mendapat total 60 juta stream di spotify : sebuah pencapaian luarbiasa untuk musisi muda seperti dirinya.  Tapi Bernadya boleh dikata sedang melawan arus musik populer dewasa ini ,berbeda denganlagu lagu bertema sejenis yang membawa nuansa melankolis romantis yang dinyanyikan full teknik oleh Mahalini, Ziva Magnolya, Lyodra Ginting maupun Tiara Andini , Bernadya, pemilikpenggalan lirik diatas justru hadir dengan kesan berbeda , baik dari sisi musikal , lirik , aransemen maupun cara bernyanyi-nya yang nyaris “lurus lurus saja “ dan menimbulkan vibes yang identik dengan sosok remaja cantik yang lugu dan apa adanya , tapi justru inilah kelebihanyang menjadikannya berbeda dan akhirnya mendapat tempat dihati para penikmat musik .  Masih berkelindan dengan kesemuanya itu, Dalam ranah musik populer, nama Bernadya Ribka, atau lengkapnya Bernadya Ribka Jayakusuma yang lahir 2004 silam ini boleh jadi adalah sebuahnama asing yang terbilang baru, tapi jika ditelisik lebih jauh, Bernadya tidak serta  mertalangsung meniti karir sebagai solois , di masa awal karierya dia justru bertumbuh bersamakakaknya membentuk duo Celine & Nadya yang merilis beberapa singe bernuansa pop manisdan mendapat sambutan yang begitu baik waktu itu , duo ini terus berkarya hingga akhrinyabernadya memutuskan untuk bersolo karier dengan merilis single perdananya 2023 silam “ Apa mungkin”yang mendapat sambutan yang begitu baiknya Apa mungkin , yang diproduseri tangan dingin Randy Pandugo, dibawah label Juni Records pada 2022 ini pada kenyataannya jadi pemantik munculnya berbagai ke”mungkin”an untuk buatBernadya dan lagu lagunya dijangkau lebih luas dan dikenal lebih jauh oleh penikmat musikpopuler indonesia. Kemasan aransemen sederhana di mini album pertama-nya yang didominasisound piano dan juga gitar akustik memang begitu mewakili vibes patah hati anak remajabelasan tahun. Apa Mungkin, Terlintas, Satu Bulan, dan Sinyal Sinyal  yang merupakan judul lagu dalamE.P ini yang ditulis sendiri oleh Bernadya, liriknya seperti menjadi mozaik cerita utuh percintaananak umur belasan yang labil dan rapuh yang dibahasakan dengan begitu lugas dan sederhana , tiap nada nada dan chord nya dibuat begitu detail yang sepertinya dirancang agar bisadinyanyikan oleh semua orang, baik yang gape nyanyi ataupun tidak, Bernadya memangsepertinya memang ingin lagunya jadi theme-song percintaan anak muda , sebab tiap tracknyamemang mengandung cerita atau narasi  yang saling terhubung dengan baik sekali.  Tahun 2024 ini, saya berkesempatan menonton perform Bernadya  di Prolog-Fest, sebuahmomen yang saya harapkan sejak pertama kali mendengarkan lagunya setahun lalu di platform digital . Bernadya yang tampil di hari kedua yaitu pada 30 juni 2024 , di kawasan pantaiakkarena , tanjung bunga makassar.  Bernadaya perform sekitar jam 9 malam, tapi sejak jam 8 : 15 panggung sudah disesaki banyakpenonton , publik memang keliatannya begitu antusias menonton penampilannya, mungkinmemang karena ini adalah tampilan perdana-nya di kota ini, jadi memang antusiasme penontonjadi begitu membludak dan ini terbukti dari lokasi depan panggung yang nyaris penuh dipadatipenonton yang mau menyaksikan performa dara ayu asal surabaya itu.  Tepat jam 9.15 intro lagu dimainkan oleh para  musisi pengiring bernadya, konsep intro bumper ini begitu spesial karena menghadirkan voice over berisi lirik lagu bernadya yang dirangkai jadikalimat kalimat puitis yang disuarakan dan dibacakan sendiri oleh bernadya , setelah itu berturutturut dia menyanyikan lagu lagu dari album terbarunya : Sialnya, hidup harus tetap berjalanyang lagi lagi merupakan beberapa lagu yang merangkai cerita utuh dari fase percintaan, namunkali ini dengan vibes yang lebih dewasa dan lugas dari sebelumnya yang tergambar dalam 8 lagudalam albumnya ini , dengan pendekatan yang  misterius melalui dominasi visual berwarnahitam yang mempertegas kegundahan, kekecewaan, dan amarah yang membalut sisimelankolisnya,dimana seakan akan kita (cowok) secara halus digiring dan dipaksa untukbertanya : duh…. siapa yang nyakitin kamu nad ?. Sepanjang perfromnya ,Bernadya berhasil mengajak penonton bernyanyi dan ikut dalam larutdalam lagu lagunya , saya menyaksikan sendiri betapa penonton dengan begitu antusias ikutbernyanyi, dan merespon interaksi obrolan yang dibangun bernadya bersama para “bersenadya”(sebutan fanbase bernadya ), menyalakan flashlight mengiringi perform Bernadya yang bernyanyi dengan gaun hitam-nya, pemilihan warna gaun ini pun sepertinya memang sebagaipenguatan tema dark dari lagu lagu yang dibawakannya yang mayoritas merupakan setlist darialbum “Sialnya , Hidup Harus Tetap Berjalan” yang dibaginya dengan tiga fase yaitu : Fase yang menjadi awal keresahan, dicurahkan pada lagu ‘Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan’, ‘Kata Mereka Ini Berlebihan’, ‘Lama-Lama’, dan ‘Kita Kubur Sampai Mati’.  Dilanjutkanfase kedua dengan ‘Ambang Pintu’ dan ‘Berlari’ yang menandakan self doubt dalam diri kita.Hingga akhirnya proses realization yang menjadi fase ketiga diantar oleh lagu ‘Kini MerekaTahu’ dan ‘Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan’ yang kemudian ditutup dengan lagupamungkas :  “Apa Mungkin” dari album “Terlintas” yang menjadi sebuah closing yang manismalam itu di Prolog Fest 2024.  Mengakhiri tulisan ini,  saya ingin mengajak kita semua berterima kasih pada dua sosok yang berada dibelakang bernadya sejak awal dia merintis karier solo-nya, yaitu : Rendy Pandugo danjuga Petra Sihombing, tanpa sentuhan mereka , Bernadya tidak akan se-mempesona itu sewaktuperform, dan tanpa mereka juga, lagu lagu bernadya tidak akan pernah terasa begitu “bernyawa” dan “relate” dengan pendengarnya . tangan dingin Petra Sihombing dan Rendy Pandugo sebagaitelah membuktikan bahwa lagu pop tidak selalu harus dinyanyikan dengan full teknik untuk bisadinikmati dan meresap kedalam hati , dan saya pastikan bahwa itu benar, karena sayamenyaksikannya sendiri dalam sosok bernadya dan lagu lagunya.  (D.K.A /Makassar /9 Juli2024)

Read More

Rayakan 2 dekade karir, Float balik kembali dengan membawa Emily

Dua dekade berlalu, sebuah lagu terlahir kembali band independen Indonesia, Float, kembali dengan “Emily,” sebuah single yang menghanyutkan sekaligus menjadi penanda perjalanan dua dekade mereka di industri musik. Lagu ini, yang sempat hilang dalam proses kreatif beberapa tahun lalu, kini ditemukan kembali dan siap menyapa floatmates (sebutan untuk penggemar Float). “Emily” bukan sekadar lagu, melainkan…

Read More

Intip keseruan panggung perdana More on Mumbles di Makassar

More On Mumbles, duo asal Jogyakarta yang terdiri dari Lintang (vokal) dan Awan (gitar), berhasil membawa keceriaan yang berlebih di festival tahunan Prolog Fest yang kali ini menginjak pelaksanaan tahun 2024 dengan penampilan energik dan santai mereka. More On Mumbles (MoM) yang memang tersimak ceria dan bersahaja dalam keseharian menjelma menjadi sebuah duo yang patut…

Read More

Kritisi kaum oportunis, Blue Jeans Rough Back rilis “Menyalakan Perayaan”

Blue Jeans Rough Back (BJRB), yang sudah merilis mini album pada 2021 silam kembali melepas karya terbarunya yang berjudul “Menyalakan Perayaan” pada tanggal 15 Juni 2024. Lagu yang berdurasi 3 menit 58 detik ini dirilis melalui platform-platform musik digital seperti, Spotify, Joox, Apple Music, Deezer, dll. Sehari setelah dirilis, “Menyalakan Perayaan” menembus playlist editorial layanan…

Read More

EP “terjebak imajinasi” babak baru karier musik Stereowall

Stereowall, band alternative rock yang telah aktif sejak tahun 2012 baru merilis sebuah EP terbaru berjudul “terjebak imajinasi”. EP ini menandakan babak dari Stereowall dalam 12 tahun mereka berkarya, menampilkan perubahan nuansa serta warna baru yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Berbeda dengan lagu-lagu Stereowall sebelumnya yang ditulis oleh Rama (gitaris), di EP kali ini, Tita…

Read More

Album Bernadya telah didengarkan lebih 30 juta kali!

“Siapa yang menyakiti kamu, Nad?” Opini ini seringkali muncul dan menjadi pertanyaan dari banyak pendengar terhadap karya-karya Bernadya. Setelah melepas dua single di tahun ini, ‘Kata Mereka Ini Berlebihan’ dan ‘Kini Mereka Tahu’, kini Bernadya menyampaikan kisah di balik pertanyaan tersebut lewat album penuh pertamanya yang berjudul ‘Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan’.  Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan adalah satu fase pendewasaan Bernadya,…

Read More

MALIQ & D’Essentials rilis album yang ditunggu-tunggu

MALIQ & D’Essentials merilis album baru yang diberi judul Can Machines Fall In Love? akhir bulan kemarin. Terdapat total tujuh track di dalamnya termasuk 2 single yang sudah rilis lebih dulu seperti “Intro”, “Dadidu di Dada”, “Aduh”, “Terus Terang”, “Kita Bikin Romantis”, “Begini Begitu”, dan “HariTerakhir”. Can Machines Fall In Love? merupakan album kesembilan MALIQ…

Read More

Pendaftaran Lagu AMI AWARDS 2024 telah dibuka

Penghargaan Anugerah Musik Indonesia / AMI Awards ke 27 kembali akan digelar tahun ini. Diawali dengan proses pendaftaran Lagu secara online melalui Link pendaftaran https://entry.ami-awards.com/register Patut diketahui : ·         Untuk Label/ Perusahaan Rekaman yang baru saja mengikuti proses pendaftaran di tahun 2024 ini, anda diwajibkan untuk membuat username baru untuk dapat melakukan pendaftaran; ·         Harap tunggu 1×24 jam untuk kami…

Read More