Setahun Lebih “Bara Regenerasi” Mini Album Berbahaya Rising Road

Risingroad adalah sebuah proyek musik keras asal Makassar, Sulawesi Selatan. Nama band berarti “Jalan Pemberontakan” sebagai wadah luapan ekspresi dari sebuah kekesalan, protes, pemberontakan akan sajian sehari-hari mencakup sosial, politik, alam yang semakin merusak disegala lini.

Risingroad berdiri pada akhir tahun 2017 atas prakarsa dari Redit (Vocal, Bass) dan Fandy (Gitar) bermula dari adanya kolektif gig dari Wildpunx Kolektifa bertajuk tribute to Motorhead pada akhir tahun 2017, Aldy mengisi posisi sementara sebagai Drummer dan kemudian vakum selama hampir 2 tahun, dipertengahan 2019 Redit (Vocal, Bass) mulai menulis beberapa lirik lagu serta lagu pertama yang berjudul “Bara Regenerasi” yang akhirnya kemudian menjadi judul EP album. Risingroad memainkan gaya musik yang dominan cepat, tegas dan lugas khas Trash Metal / Hardcore Punk, dengan mengambil ketukan D-Beat ditiap lagu, dibalut dengan sound gitar yang tajam dan sound bass yang pecah, serta geraman vocal yang berat nan meraung raung sebagai luapan emosi.

Pada Februari 2020 setelah melalui proses workshop yang cukup singkat, band pun berinisiatif memulai proses rekaman lima materi untuk EP perdana mereka, proses rekaman dilakukan kurang lebih selama 2 bulan dikarenakan masuknya masa-masa yang tidak tentu ini. Di Oktober 2020 silam, akhirnya band merilis EP yang seperti disebut diatas bertajuk “Bara Regenerasi” ini berisikan 5 materi berbahaya yang dibuka riff pemandu dari “Api Belantara” isi keseluruhan “Api belantara” bermula dari awal kasus Kahutla 2019 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah seluas 134.227 hektare lahan terbakar dimaknai bahwa setiap kebakaran hutan dari sudut pandang kami adalah kepentingan kaum politik dalam upaya pembebasan lahan untuk membuat pergerakan proyek-proyek negara lebih cepat.      

Track 2 “Sejarah Perbudakan” lagu ini berbicara tentang budaya perbudakan negara dimana semua sudah berakar dari sudut pandang mayoritas bahwasahnya awal semua kebaikan akan dibungkus melalui tampilan, membuat citra ketakutan untuk terus ditindas oleh sistem yang mereka ciptakan, karna ketika kita berregenerasi tunduk akan terus membuat anak cucu kita jadi budak sejarah yang tak ada habisnya.

Beralih ke track berikutnya “Hell Brigade” membahas tentang peperangan hari ini adalah sebuah tragedi kehancuran dunia bukan melalui nuklir bahkan tetesan darah sekalipun melalui seni peperangan strategi sun- tzu, melalui penyebaran ketakutan, penyebaran virus penghancur untuk menguasai pasar dunia secara perlahan akan merenggut semua sumber daya alam yang kita miliki.

Track berikutnya “Bara Regenerasi” adalah track pertama yang kami buat dengan hentakan d-beat serta lirik yang tegas dan keras untuk sebuah teriakan protes terhadap sistem yang selalu ingin dijadikan tameng untuk menindas yang lemah, dengan musik yang sangat cepat serta lirik yang taktis lagu ini mengajak generasi sadar akan menyatukan suara serta sudut pandang adalah jalan paling cepat untuk merubah mental pengecut bangsa ini, sementara “Burn Down” adalah lagu yang membahas pemanasan global dimana pergerakan revolusi industri semakin pesat, exploitasi berulang kali, limbah perusak mengontaminasi udara adalah hal yang paling signifikan membuat pemanasan global.

DI penghujung tahun. band merilis single “Evershit Reality” adalah cerminan dari apa yang kami lihat setiap harinya akan hal berbau bodoh dinegara ini sudah rahasia umum pembodohan para petinggi negara dari mulai kasus virus sampai perebutan tahta jabatan, segala sesuatu yang memuakkan di realitas kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *