Rilis single “Hujan”, Surgir siap dengan album “Paralaks”.

Setelah merilis EP “Lihat Temu” pada 2018 lalu. SURGIR, unit rock instrumental asal Makassar akan kembali dengan album pendek terbaru mereka yang diberi judul “Paralaks” dengan merilis track “Hujan” sebagai single perkenalan. EP “Paralaks” ini juga menjadi momentum transformasi format SURGIR setelah menggaet Apoyando (gitaris) yang menjadikan mereka kini kokoh dengan formasi tiga gitar.

Sebagai track pembuka dalam album, “Hujan” bercerita tentang kegelisahan, keraguan, kepastian pun ketidakpastian dalam mengambil setiap keputusan di perjalanan kehidupan. Hujan memiliki makna ganda layaknya dua sisi mata uang. Hujan dengan gemuruh petir bersahutan dan angin kencang mungkin akan ‘membunuh’ dari perspektif tertentu. Sebaliknya, hujan akan ‘menghidupkan’ atau ‘menumbuhkan’ dari perspektif yang lain.

Bagi SURGIR memaknai hujan kemudian menjadi seolah berupa pertanyaan kepada diri sendiri, untuk memilih bersedih atau malah bergembira atas setiap keputusan yang telah atau baru akan digenggam. “Kita tidak bisa memastikan masa depan, seperti apa yang akan terjadi esok. Namun kita bisa saja memprediksinya dengan membuat keputusan yang bijak, menjadi yakin dan siap atasnya.”, ujar Febrizal (gitaris SURGIR).

Single “Hujan” merupakan hasil eksperimentasi musik yang terasa cukup baru bagi SURGIR. Penambahan personel pada posisi gitar seperti memaksa SURGIR mengekplorasi musik ke teritori yang sedikit lebih luas. Riuh suara gitar dibalut tempo cepat drum yang konstan terdengar progresif dan energik. Belum lagi sautan instrumen synthesizer berhasil menghadirkan nuansa yang colorful dalam single ini.

Setelah merilis “Hujan”, SURGIR berencana untuk merilis single kedua bertajuk “Petrikor” sebelum akhirnya akan merilis EP “Paralaks” di pertengahan desember tahun ini.