Protes untuk kondisi negeri oleh Suluktidur

Terasing di hamparan manusia, diteror kebenaran palsu. Seakan tak ada jalan keluar, orang-orang miskin semakin terhina.” Begitulah Suluktidur merawikan ironi di tatanan sosial bumi pertiwi, yang tak kunjung lekang dari ketimpangan.

Sepenggal larik di atas hanyalah satu dari sekian retorika dan keresahan yang dituangkan Suluktidur dalam lantunan lagu-lagu mereka yang beraliran eksperimental indie rock tersebut. Keresahan demi keresahan terus mereka salurkan, sampai pada akhirnya melahirkan album “Frasa Realita”.

“Frasa Realita” merupakan album debut SulukTidur yang telah dirilis akhir Maret kemarin. Karya yang berisikan 13 lagu ini disajikan untuk “orang-orang yang berpikir”, dengan harapan bisa merealisasikan harapan serta doa dari idealisme band tersebut.

Suluktidur terdiri dari 6 personel, yakni Damar Basmalah (Vokal), Panji (Gitar), Iwan (Gitar), Kuma (Gitar), Yudi Patih (Bass), dan Alif Jibu (Drummer). Band eksperimental indie rock ini lantang menggaungkan masalah sosial di Indonesia. Meski baru saja merilis album debut mereka, tercatat Suluktidur sempat melahirkan karya.

Pada November 2021 lalu, Suluktidur merilis single perdana mereka bertajuk “Dunia Fantasi”, yang saat ini sudah ditarik dari peredaran dan akan dirilis ulang dengan versi terbarunya dalam album “Frasa Realita”. Lantunan itu lahir sebagai “tamparan keras” atas kondisi di tanah air selama beberapa tahun terakhir. Berkaca dari kondisi sosial, Suluktidur kembali merilis “Isolasi” pada April 2022, karya yang mencoba mewakili nuansa pandemi.

Adapun untuk album debut, lagu-lagu Suluktidur diproduseri oleh Supernova, sosok yang juga berperan dibalik karya-karya Anji serta Caessaria. Dia baru bergabung dengan band ini sebagai produser artis di akhir 2022 silam. Alif Jibu juga turut andil sebagai produser musik bersama Supernova pada album “Frasa Realita” ini. Selain nama-nama di atas, ada juga Reiza Maulana. Reiza yang berperan sebagai penata musik dibalik karya- karya Anji dan Caessaria, disini berperan sebagai kibordis, penata musik, serta pengarah musik spesialis musik suasana di balik layar Suluktidur. Ia juga berperan sebagai pengarah kreatif untuk band. Dengan peran yang sangat penting itu, tak berlebihan kalau dia disebut sebagai personel ketujuh band.

Info lebih jauh, indiers bisa menemukan Suluktidur di Instagram dengan nama pengguna @suluktidur dan juga bisa melihat biografi band di www.suluktidur.com. Album “Frasa Realita” telah mengudara di Spotify, YouTube, iTunes, JOOX, Resso, dan berbagai platform musik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *