‘Prologue’, mini album StereoWall, sebuah perjalanan menuju epilog

StereoWall, sebuah band besutan Musica Studio’s baru saja meluncurkan mini album kedua mereka berjudul ‘Prologue’ pada 17 Maret 2023 lalu. StereoWall yang beranggotakan 5 personil yaitu Cynantia Pratita (vocal), Rama Mayristha (guitar), Ussay (guitar), Ramadhan Satria (bass) dan Rei (keyboard) mengusung genre alternative rock dengan distorsi dan progresi nada serta intonasi vokal yang menunjukan identitas wanita dalam setiap lagunya.

Dalam mini album ini, StereoWall mengemas total delapan lagu berdurasi 30 menit 40 detik dalam bentuk digital. “Judul album ‘Prologue’ merupakan gambaran cerita kami dalam 10 tahun berkarya dan cerita perjalanan kami menuju epilog yang sedang dirangkum. Kami memberikan sedikit sentuhan baru dalam beberapa hal yang telah kami lakukan sebelumnya, yang mungkin akan menjadi gambaran kemana arah kami selanjutnya”, jelas para personil.

Pada album ‘Prologue’ terdapat lagu berjudul “Jaga Hati Ini” yang merupakan kelanjutan dari lagu “Jakarta Hari Ini”, sebuah Lagu hasil kolaborasi StereoWall dengan band For Revenge. Adapun lagu “Blood & Light” yang berhasil di-remake serta dikolaborasikan dengan rapper Tuan Tigabelas sebagai featuring track.  “Lima lagu pada mini album ini merupakan lagu-lagu yang sudah pernah kami dirilis sebelumnya. Kami remake dengan kualitas sound yang lebih baik dan beberapa adjustment di lirik dan notasi vokal”, tambah Tita, panggilan akrab sang vokalis. 

Sebelum album selesai dikerjakan, mereka terlebih dahulu mengeluarkan single perdana berjudul “Home” bersama Musica Studio’s. Lagu tersebut diakui para personil memiliki dua makna, yakni validasi dan takdir. “Kita nggak perlu cari validasi kemanapun karena ujungnya ketika sudah waktunya pulang. Mau bagaimana pun terjalnya, susahnya perjuangan kalau emang udah takdirnya, itu akan jadi rumah kita, ya udah nggak bisa ke mana-mana lagi kita”, ucap Ramadhan Satria. 
Perilisan album ‘Prologue’ adalah momentum besar untuk StereoWall yang berhasil menembus pasar industri musik “keras” Indonesia dengan menjadi salah satu penampil (line up) untuk Hammersonic, sebuah festival metal terbesar di Asia Tenggara. StereoWall juga menjadi artis pertama dari label Musica Studio’s yang menorehkan sejarah di event besar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *