Pentingnya Tour Dari Sudut Pandang Karis (Deadsquad, ILP, & Larcband)

Ada banyak alasan untuk membentuk sebuah band; iseng, sekadar senang-senang, dan untuk cari cuan adalah beberapa diantaranya. Tidak sedikit bahkan yang berawal dari iseng yang kemudian mendapatkan demand yang tinggi dan berujung menjadi kegiatan cari cuan. Saya percaya dengan quotes dari Confucius yang mungkin banyak kalian temui di cafecafe; “Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life”. Bagi saya, ngeband lalu dibayar dengan harga yang pantas adalah kebahagiaan, dan untuk mencapai itu, butuh proses yang tidak mudah. Ada banyak hal yang mesti dipikirkan dan dieksekusi dengan baik, seperti misalnya adanya tim yang memudahkan band dari promo, entertaining live perform, hingga tour.

Sebagai salah satu nyawa yang membuat sebuah band tetap eksis,  tour sendiri memiliki tantangan tersendiri, terlebih jika digarap mandiri, dijalankan tanpa tim dan di luar negeri, seperti yang dirasakan Karisk, gitaris dari Deadsquad yang sudah melakukan tour Jepang, Korea, hingga Eropa yang dilakukan tanpa tim lengkap seperti live perform di dalam negeri. Berikut tanya jawab saya bersama gitaris gondrong yang juga memperkuat ILP dan Larcband.

  • Dari sudut pandang bang Karisk, kenapa sih band butuh banget yang namanya tour?

Tur itu dibutuhkan untuk menebar brand suatu band plus mempersolid anggota band itu sendiri. Karena kan di jalanan bareng selama beberapa waktu. Pasti ketauan tuh karakter masing-masing.

  • Menurut bang Karisk ada ga sih impact tersembunyi dari tour bagi band-band yang menjalani? Kalau ada, impactnya seperti apa? Mungkin banyak band yang belum tahu. Kalau ga ada, impact yang sering terjadi untuk band yg tour itu seperti apa?

Impact tersembunyi sih gw rasa band-nya mungkin jadi lebih mateng karena kan tiap hari main terus. Trus pasti kan ada evaluasi dan ide-ide untuk penampilan-penampilan berikutnya.

  •  Apa yang pertama-tama dipersiapkan oleh bang Karisk saat ada pemberitahuan bahwa akan tour? Baju diluan atau gearnya yang dipersiapkan?

Persiapan paling utama adalah mental, fisik, dan dana. Itu hal yang paling utama sih. Terutama untuk yang udah berkeluarga, karena bakalan ninggalin lama.

  • Apakah ada perbedaan gear yang dibawa saat show dalam negeri dengan show di luar negeri? Seperti apa perbedaannya?

Perbedaan gear kalo untuk gw pribadi sih engga ada. Karena yang dibawa tetep sama. Gitar dan kemper.

  • Bagaimana sih rasanya melakukan tour perdana di luar negeri tanpa crew?

Awal tur ke luar negeri tanpa crew sih menurut gw biasa aja. Soalnya gw dari dulu juga udah biasa ga pake crew kalo ngamen-ngamen atau main. Beda negara aja haha.

  • Setting peralatan sendiri di venue pas tour luar negeri pasti ada kesulitan tersendiri dong(?) Apa kendala yang sering ditemui?

Setting sendiri juga aman-aman aja sih. Kendala juga paling minim sih. Kaya misalnya kalo lagi buru-buru, jadi salah colok haha

  •  Bagaimana nih solusi dari bang Karisk kalau tour luar negeri tanpa crew untuk bantu set up gear dll sebelum dan sesudah manggung?

Yang paling penting adalah know your gears sih. Kalo sampe ga tau begitu ada apa-apa malah jadi bingung sendiri. Paling engga kalo kita tau kan bisa langsung teratasi

Courtesy from @Karisk_ (Deadsquad live at The Cave, Amsterdam, on The Devourer European Tour 2019)

Dari sekian cara untuk melebarkan daya dengar karya, tour adalah salah satu yang paling efektif, karena di samping tour, jualan merchandise dan berjejaring dengan orang baru juga jalan bisa beriringan. Namun, semua kembali pada tujuan ngeband. Apakah hanya untuk hiburan atau cari cuan.

Treat your band like a brand, run it like a corporate if needed, so your works won’t lie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *