Marinsow Merilis “Direkam” Agar Surf Rock Tetap Lestari

Skena musik Manado sedang berkembang dengan banyak bermunculan grup musik dan rilisan baru. Salah satunya adalah Marinsow, band beraliran surf rock yang muncul dari wajah-wajah familiar di kancah skena lokal Manado.

Pada 26 November 2021 Marinsow merilis debut EP mereka yang berjudul “Direkam”. Marinsow menampilkan sound musik yang artsy, segar, dan sentuhan modern pada aliran music surf rock dan musik psychedelic ala tahun 60-an dan 70-an. Secara tegas Marinsow mengambil referensi dari band-band seperti The Cramps, The Beach Boys, The Sonics, hingga
Pink Floyd. Gaya musik mereka sangat menyenangkan dan band ini juga menggabungkan sentuhan psychedelic yang membawa pendengar ke dunia lain yang penuh warna.

Marinsow dibentuk pada tahun 2019 oleh Glen, Eben, dan Kaka melalui jamming ringan di studio mereka sendiri di belakang barbershop milik Glen, setelah itu, materi mulai bermunculan dan mereka merilis single “HALU” dan “Let’s Roll Another One” pada tahun 2020 dan kemudian “INNANA” pada akhir tahun 2021.

“Direkam” dibuka dengan trek ‘Sixthro’, sebuah instrumental yang menunjukkan perpaduan sempurna dari efek-efek modulasi yang pas untuk memperkenalkan sound dari EP ini. Intro tersebut kemudian mengarah ke trek
‘Pertemanan dan Loyalitas Hanya Sebatas Suasana’, trek yang diinduksi style surf rock yang bercerita tentang teman yang hanya mencari pada saat membutuhkan.

Lagu ketiga ‘Aku Kamu (Yoh 15 & 16)’ secara lirik membahas tentang diperbudaknya masyarakat oleh dunia mengambil inspirasi dari kitab Yohanes dari Alkitab. Berikutnya adalah trek ‘Erat’, sebuah trek yang beeksperimen dengan efek fuzz
dengan lapisan synth yang tebal. Secara lirik membahas masalah krisis kepercayaan yang lahir dari propaganda. Lagu kelima adalah ‘Summer’, sebuah lagu yang lebih melankolis dan lembut dalam EP ini yang bercerita tentang putri dari sang vokalis
Glen. Lagu terakhir dari EP ini berjudul ‘Direkam’ yang merupakan lagu eksperimental yang menutup EP ini tetapi menjadi jembatan untuk rilisan berikutnya dari Marinsow.

Dari segi musik Marinsow membawa para pendengar terhanyut ke lapisan gitar, vokal yang berbalut efek reverb, dan bassline yang kental menggabungkan surf rock, garage rock, dan psychedelic dengan mulus. Dari sudut pandang lirik, band ini
membahas berbagai macam topik mulai dari masalah duniawi hingga hal personal seperti keluarga.

Melalui EP ini, band ini dengan sempurna menjaga warna surf rock tetap hidup dan membawa pendengar bernostalgia kembali ke tahun 60-an.

Proses rekaman EP ini sendiri ditangani oleh Roger dan Josh di studio milik Marinsow sendiri yaitu House of the Echoes. Mixing dan mastering oleh Roger Salawati. “Direkam” telah tersedia pada setiap platform musik digital sejak 26
November dan rilisan fisik pada 28 November melalui Moshpit Records.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *