Luapan Emosi Hursa dalam “Katarsis”

2 tahun sejak melepas album penuh perdana mereka, “Harap Dan Tuah” pada tahun 2019, kini Hursa kembali dengan album studio keduanya. Kuartet yang menyebut warna mereka pop-turbo ini, merilis album penuh yang diberi judul “Katarsis” beberapa waktu lalu.

Setelah lebih dulu merilis empat buah singel pembuka, yakni “Kabung”, “Hursa, Hursa”, “Ruang Tanpa Jenjang” dan bulan lalu dengan “Rumangsa” bersama Sri Hanuraga, satu setengah tahun dirasa cukup untuk melepas karya-karya terbaru mereka ke publik secara utuh.

Katarsis” sendiri bisa diartikan sebagai pembersihan diri, dimana seseorang meluapkan isi hati dan meluapkan emosi mereka secara bebas untuk merasakan hal positif dalam diri mereka. Hal ini tergambar dalam karya-karya yang Hursa tuangkan ke dalam 10 lagu di album keduanya ini. Karya-karya tersebut merupakan pengalaman dan buah pemikiran yang mereka rasakan selama proses pembuatan album ini. Baik mengenai pribadi, keluarga, pasangan, pekerjaan, mimpi dan berbagai hal.

Album kedua ini personal buat kita, karena seluruhnya penggambaran dari pengalaman pribadi masing-masing personel yang kebanyakan terjadi saat proses penggarapan album. Mulai dari diri sendiri, keluarga, percintaan, kerjaan kita sebagai musisi, cita-cita dan apalagi ditengah-tengahnya dilanda pandemi. Secara produksi juga harus banyak penyesuaian, dengan keadaan masing-masing. Tapi syukur semua berjalan lancar dan banyak yang support kita, sisanya silakan temen-temen yang menilai..”, ucap Pandji, gitaris Hursa.

Hursa x Neida

Berbeda dengan album perdana mereka yang seluruhnya digarap sendiri, pada album “Katarsis” ini mereka didukung oleh beberapa seniman dalam proses produksinya, mulai dari Dissa Kamadjaya yang menjadi co-producer di lagu “Heylaa”, Enrico Octaviano yang mengisi drum pada “Kabung”, kemudian kolaborasi vokal oleh Neida pada lagu “Semusim Kelam”, dan tentunya bersama pianis jazz, Sri Hanuraga pada singel yang lalu, “Rumangsa”. Tidak hanya itu, seluruh artwork digital mulai dari singel pertama hingga album ini juga berkolaborasi dengan seniman asal Yogyakarta, Agung Santoso.

Hursa yang beranggotakan Gala (vocal; keyboard), Pandji (gitar), Irvan (synth; synth bass), dan Goldy (drum) ini, mempunya harapan besar dengan dirilisnya album “Katarsis”, untuk memperkenalkan Hursa lebih jauh ke publik, dan mampu berkembang dengan hal yang mereka yakini, yakni bermusik, seperti tertuang pada lagu “Ruang Tanpa Jenjang”.

Katarsis” sudah dapat dinikmati serentak di seluruh platform music digital mulai tanggal 27 Agustus 2021. Semoga apa yang Hursa ingin sampaikan melalui “Katarsis”, tak hanya menjadi cerita milik Hursa sendiri, namun juga mewakili isi hati para pendengarnya. Seperti semangat yang kami bawa mulai lagu pembuka, “Hursa, Hursa”, hingga rasa syukur yang tertuang pada lagu penutup berjudul, “Terima kasih”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *