Local Indie Attack Volume 3, Ritual Intim Tanpa Batas

Berkeringat mungkin adalah kata yang pas untuk menggambarkan kepuasan para penikmat musik di Kendari ketika menikmati parade musik independen dengan beraneka ragam genre pengisi acara dalam pagelaran musik bertajuk “ Local Indie Attack Vol. 3 “ di pelataran Suntea Coffee, Jumat (15/03/2019). Event musik yang di geber selepas petang ini dibuka dengan creative talk Bersama Iwan Liergo selaku Founder Wertstrong.co yang juga mengisi konten di Indie Kendari.

Kalau banyak festival musik hanya ramai ketika headliner main. Tidak bagi penonton Local Indie Attack Vol. 3 yang selalu ekspresif bahkan sedari penampil pertama walaupun terkesan sedikit malu – malu di awal acara. Selepas creative talk panggung diambil alih oleh Borombonga unit melodic trash metal dengan vokalis perempuan asal kota Kendari ini cukup sukses memanaskan amplifier. Dilanjutkan dengan A Letter To Elise, Band electronic Metalcore yang telah Hiatus Sejak 2016 kembali dengan single mereka seperti Move, Sacred, Dan Endless Misery. Tidak hanya itu Beberapa band dengan nama besar asal kota Kendari seperti Ticket For Famous hingga Wonderkidsmasuk sebagai headliner Local Indie Attack Vol. 3

Tak hanya itu, wajah – wajah baru kancah music independen Kota Kendari seperti Four Dreams dan Saudade menyuguhkan materi mereka tak mau kalah dengan “ Senior” Mereka. Huruf Terakhir band folk Alternatif asal Pomaala juga turut serta meramaikan Acara ini. 

Rupanya panggung Local Indie Attack ini tak hanya untuk grup band saja, Terbukti Gagartang Crew sebuah kolektif Hip Hop juga ikut ambil bagian. 

Di gigs ini terlalu banyak keseruan dan kenikmatan yang tersaji,moshing hingga crowdsurfing pun Nampak menjadi pemandangan indah bagi para penikmat musik dan siapapun yang datang. Walau kebanyakan aksi crowdsurfing ini berakhir gagal karena orang-orang memilih untuk headbanging atau saling bertubrukan ketimbang mengangkat orang lain. Tapi justru kekuatan fisik anak-anak Kendari lah yang memukau, mereka seperti tak punya rasa lelah atau kenal rasa perih. Mereka langsung bangkit setiap kali terbanting keras. Ketika terjatuh dari panggung dengan punggung menghantam tanah mereka tak sempat lagi merasakan sakit melainkan langsung berlari ke arah circle pit untuk kembali berdansa.

Sampai disitu, keceriaan tak berhenti, penyelenggara juga memanggungkan secret guest star yaitu Sekamvret,Band Punk rock belia yang sedang naik daun yang sukses membuat penonton terkesima. 

Lebih jauh lagi, line up Local indie Attack Vol. 3menyanyikan dan menyajikan karya mereka masing – masing dengan sangat baik dan sangat mampu menghapuskan paradigma bahwa band – band asal Sulawesi Tenggara hanya bisa membawakan lagu milik orang lain. Penonton dari berbagai usia juga datang dan terbukti menghapus dinding perbedaan. Bercengkrama dengan teman atau menggila di depan panggung. Bebas saja. Dan ketika semua keseruan itu berakhir, rasanya seperti tak mau usai, masih ada tersisa banyak energi yang belum dan urung tersalurkan.

Saya dan rekan-rekan tersadar, bahwa panggungan kecil dan sesederhana ini jika terisi dengan semangat yang menyala-nyala, maka yang tersaji buat para penonton yang datang adalah layaknya ombak besar yang mampu menyapu semua level dan kasta perbedaan, yang tak bisa dilakukan dengan hal lain. Yang mampu hanya kecintaan kami semua akan musik dan semua elemen kreatif dan kebersamaan yang ada di dalamnya.

Kendari, Maret 2019, @masleopradana


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *