Kemandirian Dan Independensi Dul Jaelani, Pencapaian Atau Mimpi?

Mendengarkan karya atau setidaknya mengetahui bahwa anak muda yang bernama singkat Dul itu terus mencoba mengasah kemampuan musikalnya yang sebenarnya sudah terhitung berkelas dibanding musisi lain seusianya adalah hal yang sejak beberapa tahun terakhir saya ikuti dengan cukup seksama.

Beberapa unsur pembeda yang saya temukan dari anak ini adalah kemampuan dia tanpa memaksakan pasal-pasal hakiki dari hidupnya untuk mencoba mengambil alih talentanya. Ia anak yang keras kepala jika berurusan dengan musik dan bait-bait puisi yang dibuatnya, untuknya atau untuk sekelilingnya. Ia adalah juga pribadi yang santun dalam bertutur sekaligus punya ego yang tebal dalam menentukan nafas dan tarikan jiwa seninya. Mungkin hal yang sangat biasa jika suatu saat ia sukses karena ‘sesuatu’ yang sebenarnya tak ia maui, mengingat garis tangannya yang ada sejak lahir, tapi, anak inio, sekali lagi, punya mimpi besar dan cita-cita yang kuat untuk menajadi sesuatu dan menajadi dirinya sendiri.

Dalam sebuah kesempatan, saya pernah menyatakan kepadanya bahwa ia terlahir dengan beban yang berat yang sebenarnya gampang untuk ia setir menajdi karir emas yang biasa saja atau ia bisa menajadi dirinya dengan bakat asli dan kemampuan yang akan ia tempa sendiri tanpa memeprhatikan rekam jejak keluarga dan orang sekelilingnya. Entah yang mana yang akan terjadi, diusia belasan tahun sekarang ini, bola ada ditangannya, apapun yang siapapun bisikkan padanya.

Menggeluti proses penciptaan lagu dan worksho serta rekaman dengan beberapa nama besar semacam Pay Burman dan di single terbarunya dengan Stephan Santoso saya percaya akan menebalkan jiwa mandiri Dul Jaelani. Garis polah yang diajarkan dan diperlighatkan seksama oleh senior-senior dan maha guru dalam bermusik padanya tak ia dapatkan dengan sekonyong-konyong, namun dilakukan Dul bersama beberapa karibnya dengan semangat independen yang tinggi dan kemauan bermusik dan berproduksi secara mandiri, yang semoga menajadikannya sebagai musisi sekaligus seniman yang rupawan bukan hanya fisik namun juga hatinya.

Ingin Kau Tahu

Ahmad Abdul Qodir Jaelani yang biasa dikenal Dul Jaelani, kembali merilis single terbarunya di penghujung tahun 2019 yang berjudul ‘Ingin Kau Tau’. Ini adalah single ke-5 yang eprnah dirilis Dul Jaelani. Single pertamanya ‘Kamu dan Aku’ (2017) dan sempat me rilis yang new version di tahun 2019, ‘Cakrawala’ (2018), ‘Taklukkan Dunia’ (2018), dan ‘Mama Tolonglah’ (2018). Kesemua lagu-lagunya itu hasil karya pria kelahiran tanggal 23 Agustus  2000 yang juga punya hobi menulis puisi.

Single ‘Ingin Kau Tau’ menceritakan tentang seorang yang sangat mencintai seseorang tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Single ini diproduseri oleh Stephen Santoso dan dibantu penggarapannya oleh Jeje Govinda, Rio Ricardo, Adam Ndu, Xaviar dan Om Theo.

“Lagu ini pengalaman pribadi saya, ini single ke 5 saya dan semuanya dari pengalaman pribadi. Saya rasa itu asiknya menjadi seniman bisa berkarya mengikuti hati kita. Dan Alhamdulillah nya, saya bisa buat banyak lagu baru pada saat patah hati”, ujar Dul Jaelani.

Dul Jaelani anak muda yang sangat terpengaruh John Lennon, The Beatles, Kurt Cobain, Coldplay, Radiohead dan music era Flowers Generation ini ingin menciptakan legacy masa depannya sendiri tanpa embel-embel nama besar orang tuanya (Ahmad Dhani dan Maia Estianty). Dan kedepannya, Dul punya keinginan kuat untuk bisa berkolaborasi dengan Erwin Gutawa, Addie MS dan juga Andi Rianto.

Andi Muhammad Ikhlas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *