Jogja Noise Bombing Festival kembali digelar dengan konsep desentralisasi

Jogja Noise Bombing Festival (JNB Fest) kembali digelar, setelah sebelumnya festival ini terakhir diselenggarakan secara offline 2020 lalu. Setahun yang lalu gelaran akbar penikmat musik noise ini sempat diinisiasi dalam format online. Sekarang saatnya event ini digelar kembali di ruang publik sesuai kaidahnya sebagai ajang perkenalan musik noise serta eksistensi pelaku-nya kepada khalayak umum.

Jogja Noise Bombing Festival sendiri merupakan sebuah pertunjukan musik noise tahunan yang digagas oleh komunitas Jogja Noise Bombing (JNB). Festival ini digadang menjadi sarana memperluas jaringan pelaku dan penikmat musik noise tidak hanya di Indonesia tapi juga negara lain. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme para penikmat dan pelaku noise dari segala penjuru dunia yang datang untuk menyaksikan festival ini setiap edisinya.

Ada beberapa hal baru yang menarik, yang membuat JNB Fest 2023 ini layak untuk kembali disambangi. Selain melihat progress regenerasi di tubuh komunitas JNB selaku penyelenggaranya, tahun 2023 juga menjadi festival pertama yang melakukan open call dan para penampil dipilih oleh figur di luar anggota JNB. Salah satu alasannya adalah untuk membuat pemilihan penampil dari sudut pandang yang berbeda. Dipilihlah Wok The Rock (Yes No Wave) sebagai juri Open Call JNB Fest 2023. “Dipilihnya Wok The Rock sebagai juri Open Call selain sebagai salah satu tokoh yang memiliki referensi musik noise dan eksperimental yang luas, Wok juga sudah terbiasa melakukan kurasi untuk beberapa festival musik lain semisal Pestapora 2022” ungkap Rio ‘Coffee Faith’ selaku project manager JNB Fest 2023.

Sebelumnya JNB membuka submission bagi musisi noise melalui Google Form. Terkumpul total 29 submission yang kemudian terpilih 22 musisi ditambah 6 invitation performer. Ke 28 pengisi JNB Fest kali ini berasal dari 16 kota di Indonesia dan 4 negara lain.

JNB sendiri identik dengan performatif jalanan dan itu dianggap sebagai sebuah inovasi yang menarik dalam dunia pertunjukan, sehingga unsur street noise bombing (melakukan pertunjukan noise ilegal di ruang publik) tidak sepenuhnya dihilangkan dari unsur festival-nya, namun dikombinasikan dengan pembahasan yang selalu hangat di beberapa tahun terakhir yaitu desentralisasi dan inklusivitas, maka akan terasa lebih relevan jika festival kali ini dipecah di berbagai titik dengan waktu yang hampir bersamaan. 

JNB Fest 2023 diselenggarakan gratis selama dua hari 21-22 Januari 2023. Hari pertama menggambarkan isu-isu sekarang mengenai desentralisasi, itu menjadi alasan kenapa kegiatan pada hari itu dibuat menjadi sebuah paralel event dan bekerjasama dengan beberapa kelompok kolektif yang ada di Jogja yaitu Ruang Gulma Collective, Kombo, Lifepatch serta Tempuran Ambient Spasial di tempat terpisah. Sementara itu pre event yang diselenggarakan 20 Januari diorganisir oleh Bast Cultura.

Hari kedua JNB Fest 2023 tetap diselenggarakan seperti layaknya sebuah festival untuk khalayak umum. Festival sendiri identik dengan hingar-bingar di satu tempat, maka hari kedua tetap dibuat seperti biasanya di satu tempat yaitu di Location Social House.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *