Jangar menebar bisa melalui album mini terbaru

Jangar, kuartet rock asal Denpasar, Bali, resmi merilis album mini terbaru mereka pada minggu terakhir Februari kemain. Diberi tajuk Malam, album mini yang dirilis oleh Silver Records ini berisi enam lagu—satu lagu adalah milik Iwan Fals yang digubah dan direkam ulang oleh Jangar. 

Band yang diisi oleh Pasek Darmawaysya (drum), Dewa Adi Sanjaya (gitar), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal) ini menceritakan melalui rilis pers bahwa album mini Malam memiliki irisan dengan album perdana mereka yang berjudul Jelang Malam (2019). Jika Jelang Malam adalah jembatan, Malam adalah tujuannya; tujuan yang kosong dan gelap. 

“Kita bergegas, bersikeras sedari pagi, menyusuri jalanan macet di bawah panas matahari, lalu kembali di senja hari. Di malam hari, semua berakhir sendiri. Kita akan memikirkan esok hari, yang sama lagi. Berputar-putar hingga esok pagi lagi, sampai mati,” ungkap Pasek, penulis lirik bagi lima lagu dalam album mini Malam

Ia kemudian melanjutkan, “Kami tidak berbicara mengenai kematian, tidak juga tentang kehidupan. Kami membicarakan perjuangan, bagaimana kita menjalani? Sampai kapan kita akan berdiri? Sampai mana kita harus berhenti, apakah harus menunggu mati?”

Album mini Malam berisi enam lagu yaitu “Artileri”—dirilis pada Juni 2023, “Tanah”, “Stress”, “Adiksi”—dirilis pada November 2023, “Jalan Pulang”, dan “Ada Lagi Yang Mati”, lagu milik Iwan Fals yang berasal dari album 1910

“Awalnya kalau tidak salah manajer kami Natha yang punya ide cover lagu dari musisi lain tapi diaransemen versi Jangar. Pada waktu itu Pasek lagi sering memutar playlist lagu-lagu Iwan Fals dan salah satu album yang paling menarik adalah Tragedi, album kompilasi yang dirilis tahun 1995 oleh bang Iwan,” ujar Dewa mengenai alasan Jangar menggubah dan merekam ulang lagu “Ada Lagi Yang Mati”. 

Ia kemudian melanjutkan: “Pola-pola aransemen dan gaya penulisan liriknya mirip dengan Jangar. Kami mulai workshop beberapa lagu di album tersebut dan kami pilih lagu ini karena yang paling merepresentasikan album mini Malam.” 

Sedangkan lagu “Tanah” yang menjadi focus track bagi album mini ini diungkapkan Jangar bercerita tentang setiap orang memiliki titik di mana ia tidak ingin bangkit, setelah mengalami kegagalan atau kehilangan yang tidak dapat disembuhkan, dalam situasi ini tidak ada yang bisa menyelamatkannya selain dirinya sendiri; berdiri sendiri melampaui rasa sakit yang memaksanya untuk menyerah. “Karena apalagi yang bisa kita lakukan di dunia ini selain bertahan? Sendirian,” ujar Pasek. 

“Melalui Malam, kami ingin menghargai, setiap nyawa yang berusaha mencari makna eksistensi, bertarung melawan pikiran sendiri, tetap menjalani walau tubuh telah terkoyak mental dan fisik. Hingga akhirnya kita mati, akankah ada hal-hal yang kita sesali? Adakah niat untuk kembali? Membenahi pilihan-pilihan hidup yang membawa kita pada hari ini,” tutup Pasek.