Gelisah, Duo Scaller memvisualisasikan ‘Flair’

Menyusul dua tahun setelah album Senses dirilis, duo asal Jakarta, Scaller, memutuskan untuk memvisualisasikan ‘Flair’, salah satu lagu andalan di album itu dalam format video musik. 

“Lagu ini merepresentasikan kegelisahan kami. Dan seiring berjalannya waktu, bagi kami pesan dalam lagu ini semakin relevan terhadap fenomena sosial yang sedang berlangsung,” terang Reney Karamoy, gitaris merangkap vokalis

Kenapa baru sekarang? 

“Ide untuk memvisualisasikan Flair ke format video musik sebenarnya sudah ada sejak album Senses dirilis. Namun penggodokan ceritanya memang memakan waktu yang lama. 

Kami bekerja keras dengan Jordan (Marzuki, RED.) untuk memanifestasikan ide lagu ini jadi video. Sampai akhirnya setelah satu setengah tahun, barulah kami dan Jordan berhasil menemukan punch-line yang sreg dengan versi kami,” kali ini giliran Stella Gareth (vokal/synth) yang angkat bicara. 

Jordan Marzuki yang dimaksud adalah director/visual artist yang dikenal sempat menangani video musik milik Neonomora dan Elephant Kind, serta aktif membuat karya-karya audio visual yang kental bernuansa artsy. Untuk produksi, duo ini mendapat dukungan penuh dari Maji Piktura, rumah produksi bentukan Gianni Fajri salah satu producer/director perempuan yang portofolio-nya mencakup video musik milik Nidji, Andien serta MALIQ & D’Essentials.  

“Kami mengidolakan karya-karya Jordan. Dia sering membuat film pendek yang tidak hanya mengedepankan estetika, tapi juga sentilan bagi audiens untuk berpikir. Ditambah lagi kami memang sering bertukar pandangan sosial dengan dia, yang seringkali membuahkan hal-hal produktif.

Akan halnya Maji Piktura, sudah lama kami tahu reputasinya sebagai production house yang baik dan sangat profesional. Dan terbukti, selama pembuatan proyek ini, mereka sangat membantu sampai ke detail teknis secara atentif dan solutif,” jelas Stella.  

Konsep video musik ini sendiri, dikembangkan dari lirik Flair yang bercerita tentang kegelisahan Scaller terhadap seorang yang sangat percaya bahwa dialah orang yang “terpilih”. Sebegitu cintanya karakter ini pada ide terhadap dirinya sendiri, ketika akhirnya dihadapkan pada realita hidup, dia tak mampu keluar dari kehampaan ilusi yang dibangunnya itu. 

Dalam video musik bernuansa suram ini, karakter tersebut mewujud dalam sosok seorang pemimpin sekte ekstrimis anti-establishment bernama “Majelis Kehampaan”. Memilik sifat narsistik, sosok ini terus menerus memanipulasi anggota sektenya dengan doktrin-doktrin sesat yang pada klimaksnya mengajak untuk melakukan bunuh diri massal dengan janji akan adanya tatanan dunia baru yang bebas dari hal-hal dianggap semu di tatanan dunia lama. Tanpa sepengetahuan anggotanya, ajakan ini sebenarnya dilatari motif pribadi sang pemimpin untuk lari dari dakwaan yang dijatuhkan padanya terkait pembunuhan terhadap beberapa anggota sekte sebelumnya. 

“Gambaran kasar cerita datang dari Stella (Gareth, vokal/synth, RED). Pada prosesnya dikembangkan secara detil oleh Jordan. Proses ini berjalan paralel, bolak balik antara kami dan Jordan,” cerita Reney. 
Dibesut dalam cita rasa estetis tinggi dan sarat pesan, proses produksi video musik ini memakan waktu sekitar dua bulan, terhitung sejak final-script berhasil dibukukan.  

“Lumayan lama juga proses produksinya. Lucunya, walau secara teknis bisa dibilang nggak ada kendala, sehari setelah syuting beres, hampir semua cast dan tim produksi terjangkit flu dan demam tak kurang dari seminggu!” tutup Reney. 

Tentang Scaller: 

Dibentuk di Jakarta pada 2012, SCALLER adalah unit prog-rock yang terdiri dari sepasang suami istri, Reney Karamoy (gitar/vokal) dan Stella Gareth (vokal/synth). Nama SCALLER merupakan singkatan dari “simply called reverse”, sebuah definisi filosofi musik mereka dalam menggabungkan segala akar musik dari ’60 -an hingga ’00-an yang selama ini menjadi influens mereka menjadi corak musik mereka sendiri.

Diskografi: 
1991 (EP) – 2013 
Barat (single) – 2017 
Commune (single) – 2017 
Senses (LP) – 2017 

Amity Asia Agency

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *