Coldiac geber album baru!

Band asal Malang, Coldiac, merilis album studio ketiga yang diberi judul ‘Lemons Made Lemonade’. Album ini berisi 14 lagu baik berbahasa Indonesia dan juga Bahasa Inggris.

Lemons Made Lemonade secara singkat berbicara tentang memaknai kerumitan dan dinamika dalam kehidupan termasuk kisah yang paling pahit hingga yang paling manis.”Semua hal itu kami rangkai di album ini menjadi sebuah pola rangkaian kisah yang harapannya bisa dinikmati seperti minuman lemonade yang terbuat dari buah lemon yang asam,”ujar Sambadha vokalis Coldiac dalam siaran pers tertulisnya.

Proses produksi album band yang terdiri dari 4 personil juga memiliki cerita yang menarik. Coldiac menghabiskan waktu untuk berkolaborasi intensif di sebuah villa di Bali dimana mereka bereksperimen dengan ide-ide baru dan menciptakan aransemen yang unik untuk lagu-lagu dalam album seperti “Pictures” dan “Pollar Opposites”. 

“Kami juga eksperimen chord yang dinamis dalam lagu “People You Love The Most Can Hurt You The Most” yang sangat dinamis dengan 6 kali modulasi untuk mendukung nuansa dari lirik lagunya, dan juga kami harus kembali berdiskusi mempelajari sejarah akar musik rock steady untuk pembuatan lagu “Forever”, dan masih banyak lagi,”ujar Derry keyboardis Coldiac menjelaskan.

Focus track dalam album ini adalah lagu “I Don’t Mind,” atau mereka sebut soundtrack kehidupan percintaanuntuk cegil/cogil masa kini. Lagu berdurasi 3:33 menit menceritakan tentang perasaan cinta buta dan kesabaran seseorang dalam menjadi prioritas orang yang dicintai. Meskipun liriknya mengandung ironi, lagu ini disajikan dengan nuansa yang menyenangkan seperti sedang mentertawakan kepedihan.

Cerita menariknya lagi, official music video lagu ‘I Don’t Mind’ memiliki konsep reverse. Dalam MV ini keempat personil Coldiac terlihat bernyanyi sembari menghancurkan alat-alat musik.

“Ini adalah salah satu MV yang terlihatnya cukup simple namun paling sulit dan melelahkan yang pernah kami buat. Proses pengambilan gambarnya diambil terbalik, cara bernyayinya pun harus terbalik, dan juga kami harus terus aktif bergerak untuk mengacaukan set untuk menggambarkan perasaan dalam lagu ini,”kata Mahatamtama, gitaris dan vokalis Coldiac.

Begitu juga dengan artwork album yang memiliki maknanya tersendiri. Bhima, bassist Coldiac menyampaikan artwork ini adalah gambar tanaman Agave. “Di dalam artwork album ini terdapat potret tanaman “Agave” yang sudah mengering, sebagai gambaran bahwa tanaman yg hidup kuat di lingkungan ekstrim pun bisa mati. Hal baik dan buruk seharusnya dinikmati dalam satu kesatuan, yakni kehidupan.”katanya.

Coldiac berharap album ini dapat memberikan pengalaman mendalam kepada pendengarnya, seperti menjalani wahana rollercoaster emosi. Mereka juga mengajak pendengar untuk menciptakan playlist yang menggambarkan perjalanan pribadi masing-masing dengan susunan lagu versi kehidupan masing-masing untuk merangkum, menyadari dan berujung dengan memaknai kehidupan masing-masing.