‘Afternoon Say’ Merilis ‘People Hate People’ Sebagai Potret Tingkah Laku Manusi

Menyambut album penuh perdana ‘Katarsis’ yang segera rampung, kugiran eksperiment alsal Bandung ‘Afternoon Say melepas single terbaru bertajuk ‘People Hate People’ beberapa waktu lalu. Dalam album penuh perdananya nanti, akan tersemat sembilan nomor serta satu buah trek bonus untuk para pendengar.

Sebagai perkenalan album tersebut, dipilihlah satu single berjudul ‘People Hate People’, sebuah lagu yang berbeda dari karya Afternoon Say sebelumnya antara lain, sumbang suara Hardy ‘Nyanknyank’ (Taring), sentuhan pada bagian lead synthesizer oleh soloist elektronik pop, Munthe, serta penggunaan instrumen musik tradisional Saluang pun juga Tibetan Voice sebagai penyempurna oleh Ilham (Sukat).

Proses penggarapan single ‘People Hate People’ sendiri memakan waktu kurang lebih lima bulan, mencakup ses irecording, mixing dan mastering. Untuk proses recording,mengambil tempat di Bandung Creative Hub, denganbantuan Dadi Lapian (Extend Studio) sebagai operator. Sedangkan tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada tangan dingin TheBabams (Storn Lab – Maymellian). Terakhir, sebagai pelengkap visual untuk desain sampul single dikerjakan oleh Felix Tarigan.

Tentang Saluang

Saluang adalah alat musik tradisional dari Sumatera Barat, tepatnya didaerah Minangkabau. Pada dasarnya ada tiga jenis Saluang, yang pertama Saluang Solok, Padang Panjang, dan Sirompak yang nota bene berasal dari desa Taeh.  Saluang Solok dan Padang Panjang biasanya dimainkan untuk seni pertunjukan danh iburan masyarakat, sedangkan Saluang Sirompak fungsinya untuk ritual, pemanggilan arwah dan santet. Unsur sihir hitam dan kegelapan dalam alat musik Saluang Sirompak, memantik korelasi antara alat musik Saluang

Awalnya, Jay (gitar) hanya ingin memperkaya nuansa Afternoon Say dengan memasukan alat musik tiup. Dari sekian banyak pilihan yang ada, Ivan (gitar) kemudian memberikan saran agar menggunakan Saluang Sirompak, dikarenakan nuansa dari alat musik tersebut yang dirasa berkorelasi dengan esensi dari single ‘People Hate People’ itu sendiri. Dimana pada single tersebut banyak menceritakan sisi buruk sifat manusia dan segala hal negatif yang dilakukan.

Lagu ini dibuat sebagai pengingat untuk orang-orang terdekat manusia di sekitar kami, untuk kami saling memperbaiki diri dan mengamini kembali bagaiman hakikatnya menjadi manusia sejati, Memanusiakan Manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *